?>

Desa Pacalan Magetan

 

Pesona Lawu dan Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur tidak dapat dilepaskan dari salah satu daya tarik utama Desa Pacalan. Tanah yang subur dan didukung temperatur udara yang dingin membuat desa ini memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Tak heran, potensi di sektor pertanian, khususnya untuk jenis tanaman sayur dan buah-buahan sangat mudah dijumpai di sepanjang jalan menuju Desa Pacalan.

Upaya pengembangan potensi desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah dari sumber daya perdesaan yang dimiliki. Untuk itu, kegiatan pendampingan menjadi salah satu metode yang ideal dilakukan.

Metode pendampingan dipilih dengan pertimbangan transfer ilmu dan pengalaman dengan perhitungan 30% secara teori dan 70% praktik. Adapun materi diberikan sebagai pengantar di antaranya adalah (a) pemahaman mendasar tentang desa wisata, (b) identifikasi potensi, kendala, dan tantangan pengembagan, (c) pengembangan atraksi, konsep, dan Unique Selling Point.

Selama kurang lebih 90 (sembilan puluh) hari, Desa Wisata Institute berkesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama masyarakat di Desa Pacalan. Secara khusu, tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah sebagai berikut:

  1. Mendorong peran aktif perangkat serta masyarakat desa dalam mengidentifikasi potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik bagi sebuah desa wisata.
  2. Mendorong peran aktif perangkat serta masyarakat desa untuk membentuk lembaga pengelola wisata sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan kegiatan pariwisata.
  3. Merumuskan rencana aksi jangka pendek dan jangka menengah secara bersama dalam upaya pengembangan desa wisata.

Sebagai catatan penutup, beberapa hal penting yang masih dipandang menjadi isu-isu strategis dalam pengembangan wisata berbasis perdesaan di Desa Pacalan adalah sebagai berikut:

  1. Brand image Telaga Sarangan dan Gunung Lawu sudah dikenal luas di masyarakat.
  2. Adanya peran aktif serta dukungan yang datang dari perangkat desa dan tokoh masyarakat dalam pengembangan pariwisata.
  3. Masih minimnya pengalaman serta kompetensi SDM di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
  4. Keterampilan dalam mengemas produk pertanian sebagai atraksi pendukung di desa wisata perlu ditingkatkan.
  5. Keragaman potensi wisata yang masih diperlukan sentuhan/penataan (packaging) dengan penyajian yang lebih menarik, memiliki krakteristik, dan menjawab kebutuhan tren.

 

 

Desa Wisata Institute

Project Details

  • Category: Pendampingan
  • Client: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
  • Location: Kabupaten Magetan
  • Completed Date: 2021
  • Project Value: Tri Harjono
  • Mananer: Pacalan
  • Designer: Pendampingan dan Perintisan Desa Wisata